0

”Keong Mas Mejadi Salah Satu Pangan Subtitusi yang Kaya Akan Gizi dan Bernilai Ekonomis”

Posted by MUHAMMAD HAFIZ MUHAMMAD HAFIZ on December 26, 2010 in Ilmiah |

1  PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembangunan nasional pada hakekatnya, seperti yang digariskan dalam GBHN, adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang menyangkut seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini berarti bahwa pembangunan itu tidak hanya mengejar kemajuan lahiriah atau kepuasan batiniah saja, namun perlu adanya keselarasan, keserasian dan kesinambungan antara keduanya. Dalam kaitan inilah pembangunan kesehatan dibutuhkan dan merupakan salah satu unsur dari kemajuan lahiriah dan kepuasan batiniah tersebut.

Masalah kekurangan gizi, khususnya kekurangan protein hewani yang berasal dari ternak sampai sekarang masih merupakan masalah yang belum terpecahkan khususnya bagi masyarakat di pedasaan dan masyarakat kota pada umumnya (Sudjatinah dan Wibowo 2003 dalam Tarigan 2008). Lihat saja, media-media informasi sering kali memberikan informasi terkait dengan asupan energi bagi masyarakat kita masih sangatlah minim sehingga banyak masyarakat kita yang menderita kekurangan gizi ataupun lain sejenisnya, padahal kita ketahui bahwa Indonesia merupkan negara agraris yang memiliki potensi atau bidang lainnya yang cukup besar. Untuk dapat memenuhi dan menjamin daging yang memiliki potensi biologis dan ekonomis sebagai komoditi penghasil daging maka diperlukan suatu biodiversitas komoditi yaitu berupa konsumsi keong mas.

Keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck) diperkenalkan ke Asia pada tahun 1980an dari Amerika Selatan sebagai makanan potensial bagi manusia. Namun, kemudian keong mas menjadi hama utama padi yang menyebar ke Filipina, Kamboja, Thailand, Vietnam, dan Indonesia (BPPI 2009).

Keong mas menjadi pemakan tanaman padi yang rakus di persawahan milik petani. Keong mas ini menempelkan telurnya di batang padi yang mulai dewasa. Setelah menetas, keong-keong ini langsung mengkonsumsi batang padi hingga akhirnya menimbulkan kematian pada tanaman padi. Jika tidak dimusnahkan, hama ini jelas akan melahirkan mimpi buruk bagi para petani karena panen mereka terancam gagal, yang meresahkan petani, pembiakan keong mas sangat cepat sehingga para petani kewalahanan membasminya. Melihat pertumbuhan keong mas tersebut merupakan suatu permasalahan bagi petani, namun akan menguntungkan jika petani tahu bahwa keong mas memiliki potensi yang cukup baik jika keong mas tersebut dapat dijadikan sebagai konsumsi makanan bagi masyarakat karena memang keong mas memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi yang dapat mengurangi terjadi kekurangan gizi di negara kita.

Saat ini sangat diperlukan pemahaman tentang pengaturan makanan, agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman yang turun-temurun, yaitu menganggap makanan yang sehat itu adalah yang berharga mahal atau berasal dari bahan makanan yang mahal, seperti beras yang enak, daging, ayam, sayuran import, buah-buahan import, dan lain-lain. Paham ini dapat dibenahi dengan memasyarakatkan makanan yang syarat gizi sebagai upaya untuk mengkonsumsi makanan sehat alami dan itu dapat dicapai dengan sosialisasi tentang keunggulan keong mas yang selama ini menjadi permasalahan bagi masyarakat kita.

1.2 Kegunaan Penulisan Artikel

Adapun kegunaan dari penulisan artikel pertanian ini adalah memberikan informasi terkait dengan nilai kandungan gizi keong mas yang baik untuk tubuh sehingga dapat mengurangi angka kekurangan gizi di negara kita, menghasilkan suatu informasi yang bermanfaat tentang keunggulan keong mas yang menjadi pemasalahan bagi petani serta menjadikan ladang penghasilan baru bagi petani untuk meningkatkan taraf hidup.

2  POTENSI KEONG MAS (Pomacea canaliculata Lamarck) BAGI MASYARAKAT

2.1 Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck)

Keong mas atau disebut pula siput murbai (Pomacea canaliculata Lamarck), merupakan salah satu masalah hama utama dalam produksi padi (Suharto 2001 dalam Tarigan 2008). Keong mas berkembang biak dengan telur. Seekor keong mas betina mampu bertelur 500 butir dalam seminggu. Masa perkembangbiakkannya berlangsung sampai umur 3-4 tahun. Induk keong mas meletakkan telur-telurnya pada tempat yang kokoh dan cukup air, membentuk koloni seperti buah murbai berwarna merah jambu. Keong mas bertelur pada pagi dan sore hari, telur akan menetas dalam waktu 7-14 hari. Keong mas muda yang baru menetas akan jatuh ke dalam air, selanjutnya akan menempel pada tumbuhan, cangkang keong mas dewasa atau di tempat lain. Pada umur 60 hari, keong mas telah menjadi dewasa dan siap untuk berkembangbiak (Prabowo 1992 dalam  Tarigan 2008).

Gambar 1. Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck)

Keong mas hidup di kolam, rawa, sawah irigasi, saluran air dan areal yang selalu tergenang. Mereka mengubur diri dalam tanah yang lembab selama musim kemarau, mereka bisa bertahan hidup pada lingkungan yang ekstrim seperti air yang terpolusi atau kurang kandungan oksigen (Suharto 2001 dalam Tarigan 2008). Namun kita tahu bahwa banyak keong mas yang hidup di areal persawahan dan itu membuat suatu permasalahan bagi masyarakat petani yang areanya tertumbuhi keong mas ini khususnya untuk tanaman padi. Hal ini bukanlah menjadi kerugian bagi para petani bahkan akan menjadi ladang uang tambah bagi petani jika memanfaatkan keong mas ini secara produktif.

2.2 Siklus Hidup Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck)

Keong mas dewasa meletakkan telur pada tempat-tempat yang tidak tergenang air (tempat yang kering) dan bertelur pada malam hari pada rumpun tanaman, tonggak, saluran pengairan bagian atas dan rumput-rumputan. Telur keong mas diletakkan secara berkelompok berwarna merah jambu seperti buah murbei sehingga disebut juga keong murbei. Keong mas selama hidupnya mampu menghasilkan telur sebanyak 15 – 20 kelompok, yang tiap kelompok berjumlah kurang lebih 500 butir, dengan persentase penetasan lebih dari 85% (Budiyono 2006).

Waktu yang dibutuhkan pada fase telur yaitu 1 – 2 minggu, pada pertumbuhan awal membutuhkan waktu 2 – 4 minggu lalu menjadi siap kawin pada umur 2 bulan. Keong mas dewasa berwarna kuning-keemasan. Dalam satu kali siklus hidupnya memerlukan waktu antara 2 – 2,5 bulan. Keong mas dapat mencapai umur kurang lebih 3 tahun. Cara menyerang keong mas pada tanaman padi yaitu tanaman padi yang baru ditanam sampai 15 hari setelah tanam mudah dirusak keong mas, untuk padi tanam benih langsung (tabela) ketika 4 sampai 30 hari setelah tebar. Keong mas melahap pangkal bibit padi muda. Keong mas bahkan dapat mengkonsumsi seluruh tanaman muda dalam satu malam lalu rumpun yang hilang, adanya potongan daun yang mengambang di permukaan air (Budiyono 2006).

Gambar 2. Siklus hidup keong mas dari telur sampai siap bertelur

Tempat keong mas hidup biasanya di kolam, rawa, sawah irigasi, saluran air dan areal yang selalu tergenang. Keong mas mengubur diri dalam tanah yang lembab selama musim kemarau. Keong mas bisa berdiapause selama 6 bulan, kemudian aktif kembali jika tanah diairi. Keong mas bisa bertahan hidup pada lingkungan yang ganas seperti air yang terpolusi atau kurang kandungan oksigen. Keong mas memakan beragam tumbuhan seperti ganggang, azola, rumput bebek, eceng gondok, bibit padi dan tumbuhan berdaun sukulen lainnya. Memilih bagian yang lunak dari tanaman muda, sebab keong mas makan dengan cara mengerok permukaan tanaman dengan lidahnya yang kasar juga memakan bahan organik yang sedang berdekomposisi (Budiyono 2006).

Gambar 3. Perbedaan keong mas betina dan jantan

Dapat dilihat bahwa dengan siklus hidup keong mas yang sangat produktif maka hal ini dapat dijadikan suatu potensi bahan pangan yang kaya akan nilai gizinya namun dengan nilai harga yang ekonomis bagi masyarakat kita. Tidak menutup kemungkinan bahwa hal ini akan menjadi salah satu solusi bagi pemerintah kita untuk memberantas jumlah kekurangan kecukupan gizi yang terjadi di negara kita Indonesia. Masyarakat kita dapat menikmati suatu bahan pangan yang memiliki nilai mutu yang cukup baik disertai dengan harga beli yang ekonomis.

2.3 Cara Aman Mengendalikan Keong Mas

Pengendalian keong mas harus mengetahui tentang perilaku dan siklus hidupnya sehingga pengendalian dapat berhasil dengan baik. Berpedoman pada 4 prinsip dalam mengelola pengendalian keong mas yaitu (1) budidaya tanaman yang sehat, (2) melestarikan dan memanfaatkan musuh alami di pertanaman, (3) Melakukan pengamatan lahan pertanian secara rutin, (4) Petani sebagai ahli PHTdi lahan pertaniannya. Pengendalian keong menggunakan pendekatan Pengendalian Hama secara Terpadu (PHT) yaitu suatu pendekatan pengendalian hama yang didasari pada pertimbangan ekologi dan efesiensi ekonomi dalam rangka pengelolaan agroekosistem yang bertanggungjawab dengan cara memadukan berbagai cara-cara pengendalian (Budiyono 2006), antara lain :

  1. Pengambilan dan pengumpulan telur dan keong mas dilakukan pada pagi atau sore hari pada tempat-tempat yang tergenang. Keong mas mempunyai kebiasaan hidup di persawahan yang tergenang. Gerakan tersebut sangat efektif apabila dilakukan secara dini, masal dan terus menerus. Keong dewasa yang dikumpulkan dapat dijadikan makanan bagi masyarakat karena nilai gizi yang tinggi, sedangkan telur yang terkumpul dimusnahkan dengan cara membenamkan ke persawahan sehingga telur-telurnya tidak akan menetas.
  2. Perilaku keong mas bila bertelur ke tempat yang tidak tergenang air atau kering di pertanaman padi, tongkat kayu atau galengan. Adanya perilaku keong mas tersebut maka dilakukan pemasangan tongkat/kayu pada areal persawahan dengan maksud untuk memerangkap keong mas untuk melakukan peneluran, sehingga keong mas terperangkap dapat dikumpulkan.
  3. Selama menggaru terakhir perlu dibuatkan caren yang dalam (sedikitnya lebar 25 centimeter dan dalamnya 5 centimeter). Jarak antara larikan 10-15 meter. Demikian juga, perlu dibuatkan saluran kecil (sedikitnya lebar 25 centimeter, dan dalamnya 5 centimeter) sepanjang tepi sawah. Saluran caren juga berfungsi untuk penjebakan terhadap keong mas, di mana keong mas akan pindah ke dalam saluran tersebut, jika permukaan air berkurang, maka dapat dilakukan pengumpulan.
  4. Meletakkan kawat kasa atau anyaman bambu pada pemasukan dan pengeluaran air utama, untuk mencegah masuknya keong mas kecil dan dewasa. Cara ini juga untuk mengambil keong mas yang terperangkap.

Pengendalian keong mas yang menjadi permasalahan bagi petani merupakan salah satu cara untuk mempermudah bagi petani, bagaimana cara dalam mengatasi hama padi tersebut namun dengan cara yang produktif, dalam hal ini dengan adanya pengendalian keong mas dapat menambah keuntungan bagi petani.

2.4 Sumber Makanan dan Obat-obatan

Keong mas mengandung protein yang cukup tinggi. Dari hasil uji proksimat dapat diketahui bahwa kandungan protein bisa mencapai 16-50 persen. Sebagai sumber protein masyarakat, keong mas merupakan makanan yang cukup bergizi. Di Kudus dan beberapa daerah di Indonesia, jenis keong ini merupakan sumber makanan dengan cara direbus atau diberi bumbu rica-rica. Seperti halnya jenis keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck), jenis keong mas memiliki rasa yang cukup lezat dengan olahan dalam berbagai hidangan antara lain: sate keong, pepes keong, sambel keong, dan aneka menu keong mas lainnya.

Selain sebagai makanan, keong mas juga berfungsi sebagai bahan obat. Keong mas di beberapa daerah juga sudah diolah manjadi dendeng, dengan pemberian berberapa bumbu atau rempah-rempah yang cukup digemari. Nursanti (2006) dalam Plantus (2007) telah melakukan penelitian untuk pendayagunaan keong mas sebagai bahan alternatif pembuatan kecap yang memiliki nilai protein cukup tinggi. Berbagai bentuk olahan keong mas tersebut selain sumber protein yang cukup murah dan terjangkau, juga telah lama dipercaya oleh masyarakat bahwa keong mas dapat digunakan untuk mengobati penyakit kuning ataupun liver (Sihombing 1999 dalam Plantus 2007).

Keong mas dapat dijadikan substitusi makanan yang memiliki nilai gizi yang baik selain dari jenis hewan lain yang notabennya memiliki niali jual yang cukup besar atau dengan nilai yang kurang ekonomis bagi masyarakat kita pada umumnya. Hal ini dapat dijadikan daya saing oleh suatu pasar yang memang benar-benar ingin menjadikan keong mas suatu pangan substitusi, seperti halnya ayam ,bebek, ataupun yang lainnya. Dengan kondisi seperti ini, masyarakat kita akan mampu membeli suatu bahan pangan yang cukup ekonomis.

2.5 Persyaratan Kecukupan Gizi

Penyediaan konsumsi yang syarat gizi dewasa ini menjadi kendala bagi pemerintah kita akan kebutuhan gizi yang diperlukan oleh tubuh khususnya bagi mayarakat pedesaan. Tak kurang dari mayarakat kita yang tertimpa masalah mengenai kekurangan gizi, hal ini berkaitan dengan nilai bahan baku yang syarat gizi cukup tinggi bagi masyarakat kita. Oleh sebab itu, saya mencoba menginformasikan terkait dengan bahan baku yang memiliki kandungan gizi yang cukup dan nilai bahan baku yang bersifat ekonomis bagi masyarakat kita. Salah satu alternatif yaitu berupa konsumsi keong mas. Berikut adalah kandungan nutrisi pada keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck).

Tabel 1. Kandungan nutrisi pada keong mas

Sumber: Liptan (2001)

Keong memiliki kandungan gizi sangat tinggi karena daging keong mengandung protein. Daging keong dapat diolah menjadi bahan makanan dengan teknik pengolahan yang tepat sebagaimana pengolahan daging bekicot yang sudah lazim dikonsumsi. Misalnya, daging keong bisa dibuat menjadi keripik, kerupuk, satu, tepung hingga pupuk dan campuran pakan ternak. Dari segi kehalalan, daging keong tidaklah haram karena keong hidup pada satu alam. Pada pandangan fikih, hewan yang tidak bertulang belakang ini hidup di satu alam dianggap halal.

Berbicara masalah gizi, kita tidak terlepas dari pembahasan mengenai zat-zat makanan atau nutrisi yang masuk kedalam tubuh. Makanan yang bergizi adalah makanan yang mengandung zat-zat nutrien yang dibutuhkan oleh tubuh agar tubuh dapat melakukan fungsi-fungsinya dengan sebaik-baiknya. Dengan perkataan lain zat gizi sangat diperlukan oleh tubuh untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan dan pemeliharaan tubuh beserta semua fungsinya. Zat gizi yang dibutuhkan oleh manusia adalah air, protein, sumber energi (lemak dan karbohidrat), vitamin dan mineral.

1. Protein dan Energi

Protein adalah zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, menggantikan jaringan tubuh yang sudah tua dan untuk pembentukan antibody yang berguna untuk melawan penyakit di dalam tubuh. Penentuan kebutuhan protein selalu dihubungkan dengan tingkat energi dalam bahan baku karena protein dapat dijadikan sebagai sumber energi dan dibutuhkan dalam pembentukan protein.

Komposisi daging relatif mirip satu sama lain, terutama kandungan proteinnya yang berkisar 10 – 20 % dari berat bahan. Protein merupakan komponen kimia terpenting yang ada di dalam daging. Protein yang terkandung di dalam daging sama seperti susu dan telur yang sangat tinggi mutunya, sehingga protein sangat dibutuhkan untuk proses pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan kesehatan balita. Kebutuhan protein pada anak ablita 2 – 2,5 gram per kilogram berat badan, sedang pada orang dewasa hanya 1 gram per kilogram berat badan (Astawan 2004).

Pada umumnya kebutuhan protein pada anak balita di masyarakat kita tidaklah mencapai kebutuhan protein yang telah ditentukan sehingga banyak kasus di negara kita akibat dari kekurangan gizi yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi bagi tubuh.

2. Vitamin dan Mineral

Vitamin adalah zat gizi yang dibutuhkan sebagai pembantu (katalis) dalam proses pembentukan atau pemecahan zat gizi lain di dalam tubuh, jadi hanya dibuthkan dalam jumlah sedikit. Mineral dibutuhkan untuk tulang tubuh serta membantu pencernaan dan metabolisme.

Daging juga merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat baik. Secara umum, daging merupakan sumber mineral kalsium, fosfor, dan zat besi, serta vitamin B kompleks (niasin, ribiflavin dan tianin), tetapi rendah kadar vitamin C. Hati yang lebih dikenal sebagai jeroan mengandung kadar vitamin A dan zat besi yang sangat tinggi (Astawan 2004).

Keong mas mengandung mikronutrien berupa mineral yakni kalsium yang berguna untuk tubuh manusia. Bila diolah dengan cara tepat, keong dapat menjadi sumber protein hewani yang berkualitas tinggi, meski berharga rendah di pasar tradisional. Bahkan daging keong jauh lebih murah dibanding daging ayam, kambing, kerbau dan daging sapi. Seperti kutipan sebelumnya bahwa masyarakat kita dapat menikmati suatu bahan pangan yang memiliki nilai mutu yang cukup baik disertai dengan harga beli yang ekonomis.

DAFTAR PUSTAKA

Astawan M. 2004. Mengapa Kita Perlu Makan Daging. Departemen Teknologi Pangan dan Gizi. IPB.      http://www.gizi.net.

[BPPI] Bank Pengetahuan Padi Indonesia. 2009. Keong Mas. Bogor : Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.

Budiyono S. 2006. Teknik Mengendalikan Keong Mas Pada Tanaman Padi. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian. Vol. 2: 128-    133.

[Liptan] Lembar Informasi Pertanian. 2001. Keong Mas Sebagai Pakan Alternatif untuk Ayam Buras. BPTP Kalimantan  Timur.

Plantus. 2007. Keong Mas, Sumber Pakan dan Obat-obatan. http://anekaplanta.wordpress.com/2007/12/26/keong-  mas-sumber-pakan-dan-obat-obatan/. (20 Agustus 2010).

Tarigan J,S. 2008. Pemanfaatan Tepung Keong Mas Sebagai Substitusi Tepung Ikan dalam Ransum Terhadap    Performans Kelinci Jantan Lepas Sapih [skripsi]. Medan: Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.

1

Home

Posted by MUHAMMAD HAFIZ MUHAMMAD HAFIZ on December 24, 2010 in Uncategorized |

Selamat datang di Blog Muhammad Hafiz..

Semoga blog ini bermanfaat bagi kita semua..amin!!!

Mencari dan Memberi yang TERBAIK,,

Salam .. !!!

Copyright © 2010-2015 Muhammad Hafiz All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.3, from BuyNowShop.com.